Monday, April 1, 2019

Prediksi Skor Bola Manchester City vs Everton 7 Desember 2014

title

Prediksi Skor Manchester City vs Everton 7 Desember 2014 | Prediksi Manchester City vs Everton | Prediksi Skor Manchester City vs Everton | Prediksi Manchester City vs Everton 7 Desember 2014 | Agen Bola Online | Agen Tangkas – Pertandingan Liga Premier Inggris akan memasuki pekan ke-15 pada 4 Desember dan mempertemukan Manchester City dengan Everton. Pertandingan antara Manchester City vs Everton akan dilangsungkan di Etihad Stadium, Manchester pukul 00.30 WIB.

Pada laga pertemuan terakhir kedua tim 3 Mei lalu, Manchester City yang bertandang ke Goodison Park berhasil mencuri 3 angka setelah menang atas tuan rumah Everton dengan skor 2-3.

man-city-vs-everton

Pada klasemen sementara hingga pekan ke-14, Manchester City tetap bertahan di peringkat 2 dengan total perolehan 30 poin dan terpaut 6 poin dari puncak klasemen yang diraih Chelsea. Sementara itu, Everton yang hanya bermain imbang pada laga pekan 14 menghadapi Hull City, hanya menduduki peringkat 11 dengan torehan 18 poin.

Head to head Manchester City vs Everton :

03/05/2014 : Everton 2 – 3 Manchester City (EPL)
05/10/2013 : Manchester City 3 – 1 Everton (EPL)
16/03/2013 : Everton 2 – 0 Manchester City (EPL)
01/12/2012 : Manchester City 1 – 1 Everton (EPL)
01/02/2012 : Everton 1 – 0 Manchester City (EPL)

Lima Pertandingan Terakhir Manchester City :

04/12/2014 : Sunderland 2 – 3 Manchester City (EPL)
30/11/2014 : Southampton 0 – 3 Manchester City (EPL)
26/11/2014 : Manchester City 3 – 2 Bayern Munchen (LCU)
22/11/2014 : Manchester City 2 – 1 Swansea City (EPL)
09/11/2014 : Queens Park Rangers 2 – 2 Manchester City (EPL)

Lima Pertandingan Terakhir Everton :

04/12/2014 : Everton 1 – 1 Hull City (EPL)
30/11/2014 : Tottenham 2 – 1 Everton (EPL)
28/11/2014 : Wolfburg 0 – 2 Everton (UEFA)
22/11/2014 : Everton 2 – 1 West Ham United (EPL)
09/11/2014 : Sunderland 1 – 1 Everton (EPL)

Prediksi Bandar Bola Manchester City vs Everton Liga Inggris dari PIALADUNIAS78.COM adalah :

MANCHESTER CITY 2 – 1 EVERTON

Bursa Taruhan Bola Man City vs Everton : Man City -1 (OU 3)

Pertandingan ini akan berlangsung pada Sabtu 6 Desember 2014 pukul 00.30 WIB

Demikianlah ulasan dari kami untuk artikel :

Prediksi Pertandingan Manchester City vs Everton 6 Desember 2014

Summary

Reviewer

Agen Taruhan Bola

Review Date

2014-12-04

Reviewed Item

Prediksi Skor Bola Manchester City vs Everton 7 Desember 2014

Author Rating

Agen Taruhan | Judi Bola Online | Bandar Bola search:

  • prediksi man city vs everton


promo bonus 20% bandar bola

Luhut Menyebutkan Menaikkan Anggaran Pertahanan Butuh Kecermatan

Luhut Menyebutkan Menaikkan Anggaran Pertahanan Butuh Kecermatan




CANDUQQ- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tidak bisa begitu saja langsung menaikkan anggaran pertahanan. Menurut Luhut, keseimbangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bisa goyang bila menaikkan tanpa perhitungan.

"Itu kan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Jadi enggak bisa dong main naikin aja, nanti goyang dong keseimbangan APBN kita," kata Luhut usai debat Pilpres 2019, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3). domino kiukiu

Luhut menyebut pemerintah telah meningkatkan anggaran pertahanan sekitar 1,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Ia menilai menaikkan anggaran, termasuk untuk pertahanan tak sesederhana yang dipikirkan.

"Seperti yang dibilang presiden tadi semuanya itu adalah perkiraan intelijen strategis, dari TNI, dan kami dulu membuat postur TNI itu berangkat dari perkiraan intelijen strategis," ujarnya. poker

Pensiunan jenderal bintang empat itu pun mengajak semua pihak untuk memercayai intelijen strategis yang dibuat TNI. Luhut menyatakan berdasarkan intelijen strategis TNI, sampai 20 tahun ke depan belum ada potensi invasi.

"Jadi ya harus percaya juga dong dengan perkiraan intelijen strategis TNI, bahwa 20 tahun ke depan belum ada potensi, perkiraan ya, adanya invasi ke Indonesia," tuturnya.

Agen Domino- Luhut lantas menyinggung soal peristiwa di Timor-Timur, sekarang Timor Leste. Menurut Luhut, yang juga ikut terjun pada 1975, apa yang terjadi di bekas wilayah Indonesia itu bukan invasi melainkan operasi keamanan dalam negeri.

"Jadi perkiraan strategis kami pun tidak salah pada saat itu," ujarnya.

Sebelumnya calon presiden 02 Prabowo Subianto mengkritik anggaran pertahanan Indonesia. Prabowo menyebut kecilnya dana itu mencerminkan rapuhnya pertahanan Indonesia.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyampaikan Indonesia hanya mengalokasikan Rp107 triliun atau 5 persen dari APBN atau 0,8 persen dari pendapatan domestik bruto.

"Padahal Singapura itu anggarannya 30 persen dari APBN, 3 persen dari GDP kita," tutur mantan Komandan Jenderal Kopassus itu. Dewapokerasia

Calon presiden petahana Joko Widodo memaparkan sudah menggelontorkan Rp107 triliun untuk Kementerian Pertahanan. Ia menyebut jumlah itu sangat besar dan bentuk perhatian negara pada pertahanan dan keamanan.

"Saya optimis dengan penguasaan radar udara dan maritim 100 persen siapa yang masuk akan ketahuan," tutur Jokowi.

Sandiaga, Isu Pertahanan Negera Bukan Bahan Tertawaan

Sandiaga, Isu Pertahanan Negera Bukan Bahan Tertawaan




CANDUQQ-  Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno angkat bicara soal isu pertahanan yang diangkat oleh Prabowo Subianto pada debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3) malam. Dalam debat diketahui Prabowo sempat menyatakan bahwa kekuatan pertahanan Indonesia saat ini rapuh dan lemah.

Pernyataan Prabowo itu kemudian ditertawakan oleh sebagian penonton di ruang debat. Prabowo kemudian merespons bahwa lemahnya pertahanan bukan yang hal yang patut untuk ditertawakan. domino kiu kiu

Sandi menilai apa yang disampaikan oleh Prabowo tidak sepatutnya ditertawakan. Menurutnya isu yang diangkat Prabowo tersebut seharusnya menjadi sebuah keprihatinan agar ke depannya Indonesia tak lagi diremehkan oleh negara lain.

"Kita seharusnya mengambil satu sikap yang prihatin bukan malah menertawakan, Bagi saya itu jelas," kata Sandi di Rumah Siap Kerja, Sabtu (30/3). poker

Sandi menuturkan dalam debat Prabowo ingin menyampaikan bahwa masalah kedaulatan, kehormatan bangsa, kedigdayaan bangsa harus bisa terus dipertahankan. Dengan begitu, lanjutnya, maka Indonesia bisa disegani dan dihormati oleh negara lain.

"Kalau kita enggak dihormati dan disegani, kita ditertawakan. Ini hal yang serius, sesuatu hal ini adalah sesuatu hal yang serius," ujarnya.

Agen Domino- Sandi juga menyinggung pada saat Prabowo tengah mengangkat itu tersebut, capres nomor urut 01 Joko Widodo pun menganggap itu tersebut sebagai sesuatu yang serius. Hal itu, kata Sandi, terlihat dari respons Jokowi.

"Pak Jokowi sendiri tidak tertawa karena ini dianggap sangat serius," ucap Sandi.

Atas hal itu, Sandi pun menyinggung perihal pembatasan jumlah penonton di ruang debat. Ia beranggapan jika terlalu banyak orang yang menonton maka isu atau masalah yang dibahas dalam debat bisa saja menjadi tidak dianggap sebagai sesuatu yang serius.

"Saya selalu bilang batasi 50, kenapa, saya ingin kekonyolan itu enggak terulang lagi. Masa bangsa kita mengetawai sebuah subyek yang menurut saya sangat serius itu masalah kehormatan bangsa kita," tutur Sandi.

Dalam sebuah kesempatan di debat capres putaran keempat, Prabowo menyebut pertahanan Indonesia saat ini rapuh dan lemah.

"Jadi saya mohon ini bukan menyalahkan tapi saya berpendapat kekuatan pertahanan kita sangat rapuh dan lemah, bukan salah bapak," ucap Prabowo di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/2). Dewapokerasia

Ucapan Prabowo ini kemudian ditertawakan oleh sebagian penonton yang hadir di ruang debat. Prabowo kemudian merespons tawa tersebut dengan bertanya balik.

"Yang ketawa, kenapa kalian tertawa? Lucu? Kok lucu?" ujar Prabowo.

Menurutnya lemahnya pertahanan bukan yang hal yang patut untuk ditertawakan.

MotoGp Argentina, Rossi Dianggap Fans Sebagai Maradona Dunia Balap Motor

MotoGp Argentina, Rossi Dianggap Fans Sebagai Maradona Dunia Balap Motor




CANDUQQ- Pebalap Yamaha Valentino Rossi dianggap penggemar di MotoGP Argentinasebagai Diego Maradona dari dunia balap motor. Sebagian besar penonton yang hadir di Sirkuit Termas De Rio Hondo adalah pendukung The Doctor.

Pendukung Rossi memiliki tribune khusus di Sirkuit Termas De Rio Hondo di tikungan pertama. Tribune berkapasitas 7.000 tempat duduk dipastikan kembali penuh pada balapan MotoGP Argentina akhir pekan ini. domino kiu kiu

Dikutip dari AS, sebagian besar penonton yang hadir di MotoGP Argentina 2019 adalah pendukung Rossi. Pebalap asal Italia itu memiliki tempat tersendiri di hati penonton di Sirkuit Termas De Rio Hondo. Rossi bahkan dianggap sebagai Maradona dari dunia balap.

"Kenapa sebagian besar penonton di sini mendukung Rossi? Jawabannya sederhana: Rossi adalah Maradona di dunia balap motor. Dia adalah idola yang ingin kami sentuh dan kami minta tanda tangannya," ujar salah satu penonton di MotoGP Argentina, Carla. poker

"Kami melihat Marc Marquez sebagai Lionel Messi di dunia balap motor, dan itu tidak terlalu buruk. Tapi, Messi berbeda dari Maradona," sambung Carla.

Agen Domino- Rossi selalu memiliki hasil yang bagus di MotoGP Argentina, kecuali musim lalu ketika finis di posisi 19 usai ditabrak Marquez. Sejak MotoGP Argentina kembali digelar di Sirkuit Termas De Rio Hondo pada 2014, Rossi berhasil merebut tiga posisi podium termasuk kemenangan pada 2015.

Pebalap 40 tahun itu diprediksi bisa tampil kuat pada balapan MotoGP Argentina 2019. Sempat berada di posisi sepuluh pada latihan bebas pertama, Jumat (29/3), Rossi berhasil berada di posisi keenam di latihan bebas kedua. Rossi mengaku puas dengan jalannya hari pertama MotoGP Argentina 2019. Dewapokerasia

"Kami bekerja baik dengan motor dan ban. Saya merasa nyaman. Saya mampu meningkatkan catatan waktu. Saya berada di posisi enam, tapi kami cukup dekat dengan pebalap terdepan. Jadi ini bagus untuk hari pertama," ucap Rossi.

Skor Hasil Pertandingan Juventus Vs Empoli 1 - 0

Skor Hasil Pertandingan Juventus Vs Empoli 1 - 0




CANDUQQ- Tidak ada nama Cristiano Ronaldo ketika Juventus menjamu Empoli pada pekan ke-29 Serie A, Minggu (31/3) dini hari di Allianz Stadium. Meskipun tidak diperkuat sang pemain bintang, Juve tetap terlalu tangguh bagi Empoli.

Juventus memetik kemenangan dengan skor 1-0. Gol tunggal penentu raihan tiga poin untuk Juve dicetak oleh Moise Kean pada menit ke-72. Kean melanjutkan aksi impresifnya dalam tiga pekan terakhir, termasuk bersama timnas Italia. Domino kiukiu

Hasil ini membuat Juventus makin kokoh di puncak klasemen dengan raihan 78 poin. Sementara, Empoli kini terancam berada di zona degradasi. Empoli ada di posisi ke-17. Dengan 29 poin, Empoli hanya unggul satu poin atas Bologna yang ada di posisi ke-18.

Babak Pertama


Juventus langsung mendominasi laga sejak peluit tanda babak pertama ditiup wasit. Blaise Matuidi dan Emre Can bermain dengan agresif. Keduanya coba memberikan suplay untuk Mario Mandzukic yang dipasang sebagai penyerang tengah.

Namun, hingga 20 menit babak pertama berjalan, nyaris tidak ada peluang emas yang bisa didapatkan oleh Juve. Justru Empoli yang beberapa kali mencuri kans lewat serangan balik cepatnya.

Pada menit ke-17 misalnya, Diego Farias mendapat ruang tembak yang cukup terbuka di area kotak penalti. Hanya saja, eksekusinya masih belum maksimal. Sementara, peluang Rade Krunic pada menit ke-19 masih melambung. poker

Menit ke-30, Juve mendapat peluang emas dari lewat Mandzukic. Hanya saja, peluang yang didapatkan bomber 33 tahu masih bisa digagalkan oleh Dragowski. Tiga menit berselang, Mandzukic juga gagal menuntaskan sebuah peluang untuk jadi gol.

Laga babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 0-0. Juve meskipun dominan justru gagal mendapatkan cukup banyak peluang. Pola permainan Juve dibaca dengan baik oleh Empoli.
Moise Kan Sang Penentu




Agen Domino- Babak kedua berjalan lebih bagus untuk Juventus. Ada variasi serangan. Dua menit usai laga kembali dimulai, ada upaya sepakan jarak jauh dari Federico Bernardeschi. Tapi masih diblok oleh penjaga gawang.

Upaya sepakan jarak jauh kembali dicoba oleh Bernardeschi saat laga berjalan satu jam. Kali ini, usaha winger timnas Italia tersebut melambung ke atas gawang.

Pada menit ke-69, Massimiliani Allegri menarik keluar Matuidi dan memasukkan Moise Kean. Sebuah keputusan vital dari Allegri yang menentukan jalannya laga. Kean langsung mengubah permainan Si Nyonya Tua.

Tiga menit setelah masuk ke lapangan, Kean langsung mencetak gol dari umpan Mandzukic. Bagi pemain berusia 18 tahun, ini adalah gol keduanya di Serie A pada musim 2018/19.

Unggul satu gol tidak membuat Juve puas begitu saja. Namun, tidak gol tambahan yang mampu dicetak oleh sang juara bertahan. Juve bahkan sempat mendapat tekanan yang cukup intens dari Empoli pada lima menit terakhir laga. Dewapokerasia

Francesco Caputo dan Diego Farias acap kali merepotkan pertahanan Juve. Namun, tidak ada gol yang dicetak Empoli hingga laga usai. Empoli kalah dengan skor 1-0 atas Juventus.
Susunan Pemain



Juventus (4-3-3): Wojciech Szczesny; Joao Cancelo, Daniele Rugani, Giorgio Chiellini, Alex Sandro; Emre Can, Miralem Pjanic, Rodrigo Bentancur; Federico Bernardeschi, Mario Mandzukic, Blaise Matuidi.

Cadangan: Mattia Perin, Leonardo Bonucci, Mattia De Sciglio, Moise Kean, Carlo Pinsoglio, Hans Nicolussi Caviglia, Martin Caceres, Leonardo Spinazzola.

Empoli (3-5-2): Bartlomiej Dragowski; Federic Veseli, Cristian Dell’Orco, Domenico Maietta; Giovanni Di Lorenzo, Rade Krunic, Hamed Junior Traore, Ismael Bennacer, Marko Pjaca; Francesco Caputo, Diego Farias.

Cadangan: Ivan Provedel, Manuel Pasqual, Matteo Brighi, Leonardo Capezzi, Afriyie Acquah, Salih Ucan, Dimitris Nikolaou, Dimitri Oberlin, Luca Antonelli, Filippo Perucchini.




Skor Hasil Pertandingan Fullham Vs Manchester City 0 - 2

Skor Hasil Pertandingan Fullham Vs Manchester City 0 - 2




CANDUQQ- Manchester City berhasil mengalahkan tuan rumah Fulham pada pekan ke-31 Premier League. Dalam laga yang digelar di Craven Cottage, Sabtu (30/03/19) malam WIB, City menang dengan skor 2-0.

Dua gol kemenangan City masing-masing dicetak oleh Bernardo Silva dan Sergio Aguero. City menguasai jalannya pertandingan dengan mendominasi penguasaan bola sebesar 65,4 persen. domino kiu kiu

Dengan hasil tersebut, City berhasil menyalip Liverpool di puncak klasemen dengan keunggulan dua poin. Liverpool baru akan memainkan pertandingan pada Minggu (31/03/19) melawan Tottenham.

Jalannya PertandinganTim asuhan Josep Guardiola itu tidak membutuhkan waktu lama untuk menjebol gawang Fulham. Pada menit ke-5, Bernardo Silva mencatatkan namanya di papan skor.

Sergio Aguero yang mendapat bola dari Kevin De Bruyne meneruskannya kepada Bernardo Silva. Pemain asal Portugal itu melepas tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak bisa dibendung kiper Fulham. poker

Tim tamu nyaris menambah gol lewat usaha dari Ilkay Gundogan dan Kevin De Bruyne. Sayangnya tembakan kedua pemain tersebut masih bisa digagalkan oleh Sergio Rico.

The Citizens menggandakan kedudukan pada menit ke-27. Tembakan Sergio Aguero bersarang ke gawang Fulham setelah menerima umpan terobosan Bernardo Silva.

Fulham mencoba membalas melalui Ryan Sessegnon tetapi usahanya tidak membuahkan hasil. Skor 2-0 untuk keunggulan City tetap bertahan hingga babak pertama usai.

Babak Kedua


Agen Domino- City mempunyai peluang emas mencetak gol di babak kedua. Memasuki menit ke-60, Raheem Sterling melepas tembakan tetapi berhasil diblok kiper lawan.

Raheem Sterling kembali mencoba peruntungannya lima menit kemudian, Namun, usahanya masih belum membuahkan hasil.

Kyle Walker hampir saja mencatatkan namanya di papan skor pada menit 79. Tendangan bek asal Inggris cuma membentur tiang.

Hingga pertandingan berakhir, City tidak mampu menambah gol. Mereka meninggalkan markas Fulham dengan skor akhir 2-0. Dewapokerasia

Dengan kemenangan ini, City berada di puncak klasemen dengan koleksi 77 poin. Sementara itu, Fulham masih tetap terpuruk di peringkat ke-19 setelah mengumpulkan 17 angka.
Susunan Pemain





Fulham XI: Rico, Christie, Fosu-Mensah, Le Marchand, Chambers, Bryan, Anguissa, Cairney (Schurrle 70"), Ayite (Kebano 65"), Babel (McDonald 88"), Sessegnon.

Manchester City XI: Ederson, Zinchenko, Laporte, Otamendi, Walker, Gundogan, Bernardo, Silva, De Bruyne (Fernandinho 75"), Sterling (Mahrez 88"), Aguero (Jesus 57").




Experts respond to Indonesia"s 4th round of presidential debate: Jokowi defeats Prabowo

title

Indonesian president Joko “Jokowi” Widodo and his challenger Prabowo Subianto retook the stage for the fourth presidential debate. Just a few weeks before election day on April 17, Jokowi and Prabowo discussed the topics of ideology, foreign policy, defence, and administration.



We contacted four academics to provide analysis of the candidates’ plans and their answers to questions raised in the debate. We also asked them which candidates won with more solid arguments. According to them, the overall winner in this debate is Jokowi.



How is that different from indoctrination?



Yohanes Sulaiman, Lecturer in International Relations, Universitas Jendral Achmad Yani (UNJANI)



In general, this debate was an improvement from the previous debates. It was less boring and a bit unpredictable. Both candidates used the debate to launch counterattacks to each other’s negative campaign, while at the same time, they both threw new attack materials to the mix, while happily smiling at each other.



By the end of the night, one got the feeling that the debate was a waste of time in term of substance: nothing new was being offered to answer the problems facing Indonesia in security and foreign policy aspects. Unlike the 2014 Presidential debate, there was no real discussion on military policies and no new ideas in foreign policy, such as the Global Maritime Fulcrum, which was not mentioned at all.



From the start, Prabowo came out swinging, declaring that he was supporting Pancasila and a bit later in the question and answer section with Jokowi; he denounced the accusations that he was supporting an Islamic Caliphate and nicely asking if Jokowi agreed with those accusations. Instead of answering it, Jokowi pulled a “whataboutism” and stating that he was also accused of being a communist, and instead of getting riled, he simply ignored them and asked Prabowo to teach them by showing good examples.



And at the same time, the debate did not answer the main question: how to educate Pancasila without indoctrinating people. Neither Jokowi nor Prabowo answered the question. They played one-upmanship instead: “We should educate our children about Pancasila from the pre-school. No, it should be from early childhood education.” How is that different from indoctrination? Moreover, while “teaching them by example” is probably the best approach, in the end, that is the expected answer. Nobody is going to say openly to the public that they don’t want to teach Pancasila.



This debate would be excellent if both candidates were instead being asked about the growing popularity of the idea of an Islamic caliphate, and how to deal with it. So far it is an ideology that declares that every ill in the world could be solved by a caliphate. The people who support this idea, however, lacked in substance in telling how the caliphate works and how it could solve problems. They, instead, answer critics by denouncing their lack of faith. At the same time, according to a recent survey, more than a third of students of Islamic studies support caliphate. How to deal with this problem?



The government and the military are still more concerned regarding the threat from communism even though the ideology has been thoroughly discredited with the failure and collapse of communist regimes. So, why the complete fixation toward communist threat? That is a question that should have been asked.



Winner of this session: None



This session of the debate on ideology was a tie between Jokowi and Prabowo. While the losers were the general public for not getting the questions they deserve. But overall if we include the other topic sessions, Jokowi won–by points, no knock out blow. While more entertaining than Jokowi, Prabowo’s attacks were too general, lacking in substance, and thus Jokowi managed to swat them down easily.



Candidates skip over fundamental issues on bureaucratic reform



Wahyudi Kumorotomo, Professor of Masters in Public Administration, Gadjah Mada University



Unlike the second debate (February 17) when Jokowi went on offence and attacked Prabowo over land ownership of hundreds of thousands of hectares in East Kalimantan and Aceh, in this debate Prabowo attacked Jokowi.



Prabowo repeatedly criticised the Jokowi government for allowing foreign entities to own assets and control investments. He also slammed the high level of corruption by regional heads which resulted in a large leak of state money, and many sycophants within the government system.



But this debate did not touch on a number of other issues that are quite fundamental in reforming the public bureaucracy in Indonesia. The acute problem is, for example, the poor recruitment system of the state civil apparatus, the low professionalism in the public service, and the high level of irregularities and corruption among government officials.



It is difficult to argue that political intervention that is too deep in public organisations (ministries and state institutions) is not the cause of the problem. Political interference does not only occur at the central level such as the influence of political parties in the placement of Echelon I officials in ministries whose ministers are from political parties. A similar thing also happened at the regional level. There have been former members of campaign teams entering the ranks of the regional government once the new governor or regent/mayor was elected.



Provisions in Law No. 5 of 2014 concerning State Civil Apparatus which places regional heads as supervisors for staffing in the regions should be amended, to return this function to professional bureaucratic officials, in this case, the Regions’ Secretary.



Some of the problems of sycophancy problems expressed in Prabowo’s criticism and the politicisation of the bureaucracy that made public organisations less professional indeed came from the weak point of the construction of this law. Whoever is elected president should be able to overcome these problems if he wants Indonesia to be able to compete better.



Winner of this session: Jokowi



The lottery questions chosen by the panellists are indeed relatively beneficial for Jokowi. They involved social governance, government system reform that Jokowi always emphasised on since becoming the Governor of DKI Jakarta. Jokowi was able to speak eloquently to explain smart governance with various applications (e-procurement, online services, e-budgeting). E-governance can increase community efficiency and productivity, suppress costs, make it more difficult of bureaucrats to have opportunities to embezzle money, and at the same time increase national competitiveness.



The government should continue to expand online public services that have succeeded in increasing bureaucratic efficiency. Prabowo’s criticism that the online service system will only result in increased foreign interference is not relevant. The theme of the debate is not about economic investment. It has also been proven everywhere that efficient government bureaucracy is a benchmark for the strength of the competitiveness of the national economy.



Focused on defence budget and industry, politics of civil-military relations ignored



Tangguh Chairil, Lecturer at the Department of International Relations, Bina Nusantara University



On the topic of defence, Jokowi focused on the issue of the defence industry, while Prabowo focused on the defence budget. Meanwhile, there was no mention about the issue of TNI personnel involvement in civil institutions.



Prabowo criticised Indonesia’s defence budget (4.4% of total government expenditure, or under 1% of GDP) by comparing it with Singapore’s (30% of total government expenditure, or around 3.3% of GDP), arguing it is not sufficient.



Jokowi did not debate Prabowo’s data. He had planned to raise the defence budget to 1.5% of GDP since running in 2014. However, this had been difficult to implement because of the slow GDP growth and the high budget deficit.



Instead, Jokowi claimed to have focused on investing in the defence industry to fulfil defence requirement under a limited budget. Indeed, Indonesia had finished developing medium tank with Turkey and is finishing its first locally made submarine after receiving technology transfer from South Korea.



Notably lacking from the debate was the discourse of TNI personnel involvement in civilian institutions, which civil society organisations dubbed the rise of TNI dwifungsi (dual function – New Order regime’s doctrine justifying military personnel positions in all levels of government).



Winner of this session: Jokowi



Despite his experience as a former military general, I see most of Prabowo’s arguments were style over substance. He had good points on the defence budget, but his elaboration lacked focus. Meanwhile, Jokowi has a slightly better understanding of substance as the incumbent.



Jokowi understands Indonesia’s position and strengths in a global context



Atin Prabandari, Lecturer in International Relations, Gadjah Mada University



In their vision and mission presentations, Prabowo was too general, less concrete, and too normative. Meanwhile, Jokowi was able to identify the current global political context well, including economic protectionism carried out by some countries to protect their own country’s economic interests but harm other countries.



Jokowi also managed to convey the concept of Indonesia’s independent and active foreign policy, translating it as an effort to freely fight for national interests and be active in participating in world peace.



Prabowo’s explanation, meanwhile, was incorrect. Prabowo oversimplified independent and active foreign policy as an attitude of playing nice with everyone.



Jokowi can also answer the panellists’ questions about Indonesia’s strength in international diplomacy. He mentioned as a country that has the largest Muslim population in the world Indonesia played a key role in supporting the resolution of religious conflicts in Muslim-majority areas such as Rakhine, Myanmar and Afghanistan.



Meanwhile, Prabowo said that the primary function of Indonesia’s foreign policy is to achieve its national interests. But Prabowo seems to play down the role of soft power _ and diplomacy as an instrument to promote it.



The candidates did not discuss two important issues on foreign policy:
1. Diplomacy on unresolved border issues.
2. Maritime diplomacy as an archipelagic country that has a vast sea and has a vision as a World Maritime Axis



Winner of this session: Jokowi



Jokowi mastered the concepts and principles of foreign policy and diplomacy. Jokowi also understands the global political context and can identify it before determining Indonesia’s position and steps. This might be due to Jokowi’s status as an incumbent, giving him the experience in carrying out foreign policy and diplomacy policies.




jokowi